News - Menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, penentuanasumsi lifting minyak dalam RAPBN 2014 telah memperhitungkan tingkat produksi saat ini,rencana pengembangan lapangan, dan potensi produksi lapangan baru untuk memacu kinerjaKontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam Rapat Paripurna DPR yang berlangsung Selasa(28/5), Menkeu menyampaikan bahwa lifting minyak dalam RAPBN 2014 diusulkan pada angka900.000 – 930.000 barel per hari.
Pages
Kepengurusan HMMB 2016
Rabu, 29 Mei 2013
Penyusunan RAPBN-P 2013 Dilakukan Secara Cermat dan Hati-Hati
News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyatakan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013. Hal ini ia sampaikan pada Selasa (28/5) di Jakarta.
Hal tersebut dilakukan karena penyusunan RAPBN-P dilakukan di tengah kondisi perekonomian global yang masih mengalami ketidakpastian dan sangat rentan terhadap krisis ekonomi. Untuk itu, RAPBN-P 2013 diarahkan pada pengelolaan fiskal yang inklusif. “Substansi RAPBN-P 2013 memberi penekanan mendorong pengelolaan fiskal yang inklusif,” kata Menkeu.
Ia menjelaskan, strategi fiskal yang dilakukan pemerintah akan diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi melalui pemberian stimulus fiskal yang terukur. “Kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain adalah penguatan daya tahan fiskal APBN agar lebih responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, yang terpenting adalah pengendalian defisit dalam batas yang terukur pada kisaran 1,2 persen hingga 1,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Meskipun menghadapi berbagai tantangan, pemerintah tetap optimis,” pungkas Menkeu.
OJK Wajibkan Implementasi IFRS 2013 Di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerapan Internasional Financial Reporting Standard (IFRS) sebagai standar global dalam pelaporan keuangan. Namun, OJK akan memastikan kesiapan semua pihak sebelum mewajibkan semua institusi keuangan di bawah pengawasannya untuk menerapkan sistem ini.
“Sebagai negara anggota G20 dan penganut ekonomi terbuka, Indonesia perlu menganut sistem pelaporan keuangan yang diterima secara global. Karena itulah Indonesia sudah mulai mengadopsi IFRS,” ujar Muliaman di sela-sela seminar bertajuk “IFRS Dynamic and Beyond: Impact to Indonesia” yang berlangsung di Hotel JW Mariot, Jakarta belum lama ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


